Posted in Cerita Pasar Mayestik, Lantai Basement

Persiapan Lamaran (Cerita Pasar Mayestik)

Hallo Cantik!
Melanjutkan cerita setelah saya dilamar akang pacar, bulan Juli lalu saya dan mama pergi ke Mayestik untuk beli bahan kebaya. Sebelum terjun ke lapangan, *ehhciee.. regu tembak kali gue, pake terjun ke lapangan segala* Setelah membaca beberapa artikel di mbah Google, saya niatkan untuk beli kain kebaya di toko Fancy. Saya ga tau alamat pasti toko Fancy ini tapi kalau mau ke toko Fancy bisa masuk melalui pintu gerbang belakang Mayestik, ga jauh dari pintu masuk langsung kelihatan tokonya.
Toko Fancy tuh seperti 2 ruko yang dijadikan 1, ada beberapa lantai, saya dan mama mau beli brokat kebaya harus naik lift dulu sampai lantai 4. Pas masuk ke lantai 4 langsung semriwing sendiri, hahahaaa.. karena di lantai 4 isinya brokat semua. Kalau di Fancy, baru datang langsung ditanya apa yang mau dibeli, bukan cuma itu saja, kita juga dilayani mulai dari pilih bahan sampai selesai belanja. Menurut saya ini service yang lumayan oke, kenapa saya bilang lumayan, nanti lahh akan saya ceritakan.. hmmm
Kurang lebih 1 jam saya pilih-pilih brokat, awalnya saya cuma mau beli brokat yang biasa, mau cari yang harga semeter 200 rb an, karena budget saya untuk beli bahan hanya 500 rb, kekeh banget ga boleh lebih dari itu. hahahaaa… tapiii ehhh tapiiii… karena model brokatnya banyak banget saya jadi galau pas lihat bahan brokat yang sudah ada payetnya, dilihatnya tuh mewah, bling bling gtu.. ahh saya memang selalu kepincut sama yang namanya bling-bling.. hahaa
Dari awal searching model kebaya saya sudah niakan mau beli brokat warna biru, pokoknya maunya biru… hahahaa … *maksa* Yah memang saya suka banget sama warna biru. Setelah 2 jam pilih-pilih brokat, akhirnya saya jatuh hati sama brokat warna biru tosca dengan 3 macam payet, tapi……. dengan harga melambung jauh dari budget. Kenapa begitu?? Pokoknya ini pengalaman saya yang tidak boleh terjadi sama anda-anda semua.
Saat naksir 1 bahan dan sudah niat akan dibeli pastikan dulu harga bahan yang tertera dibandrolnya. Ga tau ini kelalaian saya atau pelayan tokonya, saat deal minta dipotongan sebanyak 2 meter dan bayarlah saya dikasir. Ternyata harga per meternya 390 rb/m, saya harus membayar 780 rb untuk 2 meter brokat biru yang saya mau. Haduhh saya dan mama kaget banget, saya tanya balik ke pelayan toko yang melayani kami, kenapa harga bisa berbeda, pelayan tokonya berkelit harga memang 390 rb/m dan kain sudah dipotong sehingga tidak bisa dibatalkan. Saya sempat kecewa karena sebelumnya pelayan toko menunjukkan bahwa harga kain yang saya mau seharga 290 rb/m.
IMG_0720
Toko Fancy Textile & Tailor
Badan sudah capek, malas debat, langsung bayar dan cabut ke toko lain. Saya langsung ga mood, males buat ngiter-ngiter lihat bahan yang lainnya tapi memang mama dan akang pacar itu juara banget ngebangun mood saya, mama bilang itu kan bahan yang saya mau, warnanya pas, payetnya juga oke, jadi ga usah disesali, apalagi si akang bilang melalui bb ga masalah kalau harga bahannya mahal, toh juga untuk diri sendiri dan yang senengnya walau lebih dari budget dia mau ngasih seharga belanjaan saya dihari itu… hahaaa.. emang dasar yahh cewe… gpp deh kalau udah begitu :p
Setelah belanja di Fancy mama ajak saya untuk cari bahan saten yang sesuai dengan brokat yang saya beli. Saya langsung dapat saten tosca di toko Mumbay Tekstil, letaknya berseberangan dengan Fancy. Fyi, di Mumbay pilihan warna satennya lebih lengkap dan harganya juga lebih murah dari Fancy.
IMG_0718
Mumbay Textile
Saten warna Toscanya lupa saya fotonya.. haaaa..warna satennya ga jauh berbeda sama warna brokatnya. kalau untuk bustier saya sengaja pilih warna cream yang menjurus ke coklat. Agar warna biru dan payetnya lebih terlihat menyala.
Kain untuk kebaya saya sudah dibeli, bukan berarti kita langsung pulang tapi masih nemenin mama untuk pilih kain buat baju santai dia. Kalau mama ga neko-neko dehh yahhh, kain yang dia cari kain katun, hampir setiap toko di Mayestik jualan kain katun dan harganya juga murah-murahhh… Akang pacar juga titip pesan kalau ada kain batik yang oke sekalian dibeliin buat dia, biar bisa seragaman pas lamaran. Akhirnya muter-muter lagi tapi setalah dipikir-pikir kami putuskan untuk ngebatalin beli bahan batik. Mama kasih saran agar beli bahan di Batik Keris karena kualitas pasti terjamin jadi bisa dipakai jangka panjang. Saya sih setuju, kalau akang pacar pasti  ngikut saja gimana keputusan saya.. hahaahaa, intinya dia ga mau repot!
Beres urusan langsung pulang gtu aja tanpa beli jajanan di Mayestik yang kata orang tuh enak-enak, saya dan mama harus pulang dengan perut kosong, mau gimana lagi kan memang lagi puasa *tepok jidat*..

Author:

Pasar Mayestik di Kebayoran Baru adalah Pasar modern yg dibangunl sekitar tahun 1980an di Jakarta Selatan, pasar Mayestik dan Blok M adalah salahsatu pasar yang cukup nyaman dijamannya dan telah lama rusak karena dimakan usia, kini telah berubah total kerjasama Pemprov DKI Jakarta (PD. Pasar Jaya) bersama PT.Metroland Permai sebagai pihak pengembang. Pasar Mayestik sekarang dibangun menjadi 10 Lantai yang setiap lantainya dibuat Penzonaan jenis dagangan, yaitu : 1. Lantai Basement : A. Blok A berupa LOS : 1. Pasar Kering : Los sayur, bumbu dapur,bumbu jadi, buah, kelapa dan Daging potong 2. Pasar Basah : Los Ikan basah, ikan hidup, Ayam potong dan Ayam Hidup. B. Blok B berupa Kios : Kios Makan minum, Plastik, Bahan Kue, HB/Pangan 2. Lantai Semi Basement : Kios Pecah Belah, Alat Kecantikan, Kerajinan tangan, Jam, Kaca Mata, Alator, Obat, Sepatu, Sandal dan Jamu kemas. 3. Lantai Dasar : Kios Pakaian Jadi, Tekstil 4. Lantai Mezzanine : Kios Gorden, Batik, Bahan Tekstil 5. Lantai Satu : Kios Logam Mulia 6. Lantai Dua : Kios Penjahit , Payet, Bordir, Plakat Reklame 7. Lantai P1 (Parkir satu) : FoodCourt 8. Lantai P2 : Kantor Marketing dan Pemasaran 9. Lantai P3 : Kantor Pengelola dan PD. PS. Jaya 10. Lantai P4 : Masjid Dengan diresmikannya penggunaan pasar tersebut pada tanggal 16 juni 2012 oleh Gubernur DKI JAKARTA Bp.H.Fauzi Bowo , diharapkan pasar tradisional memiliki daya saing dengan pasar swalayan yang kini makin bertebaran.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s